Belanja oleh-oleh khas Papua seperti koteka dan noken di Pasar Hamadi. | Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F.
Warna-warna dominan adalah warna
tanah dan merah batu bata. Namun, batik Papua juga hadir dengan
warna-warna cerah menggoda seperti biru terang, kuning, merah, ungu,
hingga merah jambu.
Salah satu toko favorit untuk berburu batik
papua adalah toko Aneka Batik yang berada di Jalan Percetakan I. Aneka
Batik memiliki dua toko di Jayapura. Namun di pusat kota Jayapura
sendiri terdapat beberapa toko yang menjual batik papua.
Aneka
Batik menjadi favorit karena motif dan warna yang dijual beragam. Serta
harga yang bervariasi. Di sini dijual kain meteran dengan harga mulai
dari Rp 30.000 per meter. Harga tergantung dari jenis kain, proses
pembuatan, sampai pengunaan prada.
Kain sutra dengan teknik batik
canting tentu lebih mahal. Di toko ini juga dijual busana untuk
perempuan maupun kemeja dan pakaian anak-anak dari batik Papua. Konon,
batik-batik ini sebenarnya dibuat di Pulau Jawa, tetapi hanya boleh
dijual di Jayapura.
Mau yang lebih autentik bisa mampir ke Batik Port Numbay Papua yang berada di Kotaraja, Jayapura. Jimmy Affar, pemilik workshop batik tersebut, menjadi seorang seniman batik Papua dan seringkali disebut-sebut sebagai pelopor batik Papua.
Jika
mampir ke workshop batik miliknya, tampak para mace (sebutan khas Papua
untuk ibu) sibuk mencanting batik. Motif-motif dipikirkan sendiri oleh
Jimmy dan ia merancang busana batik untuk perempuan. Di sini Anda bisa
membeli batik Papua baik berupa kain maupun busana jadi. Tentu harganya
lebih mahal, karena batik canting dan sebagian besar menggunakan bahan
sutra.
Koteka dan Noken. Berburu suvenir unik
dengan nuansa kayu dan temali, maka Pasar Hamadi menjadi pilihan tepat.
Di sepanjang tepi Jalan Sentral Hamadi berjejer toko cenderamata. Setiap
toko berjualan hal yang sama, koteka berbagai ukuran, noken atau tas
khas Papua, sampai patung dan asbak dengan desain suku Asmat.
Ada
pula, gelang dari akar dan gantungan kunci. Pilihan lain adalah lukisan
kulit kayu. Jika memilih lukisan kulit kayu, coba cari motif orang
menunggang ular besar yang merupakan legenda masyarakat Sentani. Namun,
aneka lukisan lain bercorak khas Papua bisa juga menjadi pilihan Anda.
Koteka
yang dijual memiliki beragam ukuran dan jenis bahan koteka. Tentu saja
ini adalah koteka-koteka yang khusus dibuat untuk suvenir. Sehingga
setiap koteka biasanya diberikan lukisan dengan motif-motif suku di
Papua. Koteka dijual dengan kisaran mulai dari Rp 30.000.
Matoa.
Buah asal tanah Papua ini begitu unik. Jika beruntung dan datang di
saat musim berbuah Matoa, Anda bisa membelinya dengan harga lebih
terjangkau. Walaupun tak bisa dibilang murah, karena kisaran harganya Rp
30.000 – Rp 80.000 per kilogram tergantung jenisnya.
Tetapi, jika
tak lagi musim berbuah, harga pun melonjak. Bisa-bisa harga per
kilogram mencapai Rp 50.000 bahkan lebih dari Rp 130.000 untuk jenis
tertentu.
Matoa di Papua biasanya ada dua jenis yang dijual yaitu
Matoa Kepala dan Matoa Papeda. Ada banyak penjaja buah matoa di Abepura
tepatnya di Jalan Raya Abe-Kotaraja. Pilihan lain adalah berkunjung ke
pasar tradisional.
Buah Matoa sendiri seperti buah rambutan.
Walaupun kulitnya tak berbulu seperti rambutan. Namun daging dan biji di
dalam kulitnya mirip rambutan. Berwarna putih, lembut dan berair
banyak, serta terasa manis.
Agak sulit mendeskripsikan rasa dari
buah Matoa. Ada rasa manis berair seperti rambutan, leci, dan
kelengkeng. Lalu, ada pula buah Matoa yang memiliki selintasan rasa dan
aroma seperti durian. Bahkan ada buah Matoa yang sedikit terasa kelapa.
Editor : kadek